Jumat, 18 Januari 2013

Tulisan 3 pengantar lingkunga (Sejarah Piala FA)


Piala FA

The Football Association Challenge Cup, umumnya dikenal sebagai Piala FA, adalah kompetisi sepak bola sistem gugur tahunan di Inggris dan merupakan kompetisi sepak bola tertua di dunia . Kompetisi ini dinamakan dan dijalankan langsung oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) yang mengacu kepada klub-klub sepak bola pria yang ada di Inggris, sedangkan untuk wanita juga diadakan tetapi dengan nama yang berbeda. Saat ini Piala FA mendapat dukungan sponsor dari Budweiser.
Piala FA pertama kali diselenggarakan pada musim 1871-72. Turnamen ini terbuka untuk semua tim yang berlaga di Liga Primer, Football League,Football Conference dan klub-klub Step 3-5 serta beberapa klub Step 6 terpilih dari Sistem Liga Nasional
Kompetisi pertama
Ketika pertama kali digelar pada musim 1871-1872, kompetisi ini hanya diikuti oleh 17 klub. Wanderers, klub yang didirikan oleh orang-orang sekolah negeri dan diperkuat pemain-pemain universitas, menjadi juara untuk pertama kalinya. Di final, mereka mengalahkan Kennington Oval, 1-0. Pada pertandingan yang disaksikan sekitar 2.000 orang itu, gol kemenangan Wanderers dicetak Morton Betts.
Piala
Piala yang diangkat Betts dan kawan-kawan bentuknya jauh lebih kecil daripada yang sekarang. Piala itu dirancang dan dibuat oleh Messrs, Martin and Hall Co, dan berharga intrinsik hanya 20 poundsterling.
Tahun 1895, ketika Aston Villa menjuarai kompetisi ini, trofi ini hilang saat dipajang di sebuah tempat di Birmingham. Hingga sekarang, piala asli tersebut tak pernah ditemukan kembali.
Stadion Wembley
Sejak tahun 1923, final Piala FA digelar di Stadion Wembley. Stadion ini merupakan gagasan Duke of York, yang kelak menjadi Raja George VI. Stadion yang kemudian menjadi simbol sepak bola Inggris itu dibangun dengan total biaya 750.000 poundsterling.
Adalah Bolton Wanderers dan West Ham United, dua tim yang beruntung tampil untuk pertama kalinya di final di Wembley. Final ini kemudian tercatat dalam sejarah karena dihadiri sekitar 200.000 penonton, yang membeludak hingga ke pinggir lapangan.
Tahun 2001-2006, Stadion Wembley direnovasi sehingga final Piala FA dipindah ke Stadion Millennium, Cardiff. Sejak tahun 2007, Piala FA mulai diselenggarakan kembali ke Stadion Wembleyyang sudah selesai direnovasi dan ditandai dengan dipakainya Stadion Wembley dalam partai final yang mempertemukan Chelsea dengan Manchester United.
Jika jumlah penonton di final Wembley 1923 dianggap yang terbesar, jumlah penonton tersedikit dicatat klub Aldershot Town pada tahun 1986. Kala itu, di putaran ketiga, pertandingan melawanOxford United hanya dihadiri oleh 2.034 orang. Namun, Aldershot Town yang datang dari Divisi Keempat sukses mengalahkan Oxford United yang berasal dari Divisi Pertama dengan skor 3-0.
Rekor dan Final
Sepanjang sejarahnya, rekor gol terbanyak yang dicetak dalam satu pertandingan masih dipegang oleh Nottingham Forest. Rekor ini dicatat Forest pada musim 1890-1891 saat mengalahkanClapton, 14-0.
Sementara itu, rekor rata-rata pemain tertua yang tampil di final dipegang oleh Arsenal. "The Gunners" menurunkan pemain yang rata-rata berusia 31 tahun pada starting eleven-nya, ketika mengalahkan Liverpool di final tahun 1950.
Sejauh ini, Manchester United boleh berbangga sebagai klub yang paling banyak menjadi jawara dengan koleksi 11 gelar.
Sejak final tahun 1872, ada 12 klub yang sukses tampil di partai puncak, namun tak pernah bisa memboyong piala ke markasnya. Mereka adalah Bristol City, Birmingham City, Leicester City,Luton Town, Fulham, Queens Park Rangers, Brighton & Hove Albion, Watford, Crystal Palace, Middlesbrough, dan Millwall. Bahkan, Leicester City mencatat empat kali tampil di final (tahun 1949,1961, 1963, dan 1969), dan selalu pulang dengan tangan hampa.
Salah satu final yang menarik adalah 3 gol di masa injury time. Hal ini terjadi pada final tahun 1979 saat Arsenal mengalahkan Manchester United 3-2. Pada babak pertama Arsenal unggul 1-0, kemudian diperbesar menjadi 2-0 di pertengahan babak kedua. Namun dalam waktu 2 menit di penghujung babak kedua, Manchester United berhasil menyamai skor menjadi 2-2, sebelum gol dari Alan Sunderland semenit kemudian untuk membuat Arsenal menang.
Final tahun 2006, saat Liverpool menjungkalkan West Ham lewat adu penalti, dianggap sebagai salah satu final terbaik. Kala itu, Liverpool yang difavoritkan tertinggal lebih dulu sebelum pada masa injury time babak kedua Steven Gerrard menyamakan kedudukan. Namun "The Reds" kemudian bisa memaksakan skor imbang 3-3 dan akhirnya menang lewat adu penalti.



Pemenang Piala FA
Jumlah juara
Klub
11
10
8
7
6
5
4
3
2
1

Jumat, 09 November 2012

desa elektronik

LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur tahun 2013 mendatang akan memulai program Pengelolaan Administrasi Desa Elektronik (PADE). Semua data potensi desa baik berupa data administrasi pertanahan maupun kependudukan akan terdokumentasi secara digital lewat program itu.
Kepala Bagian Pemerintahan Desa Kabupaten Lamongan, Mohammad Nalikan, Senin (8/10/2012) menyatakan tahap awal dipilih 10 desa sebagai percontogan. Selanjutnya secara bertahap, 472 desa dan kelurahan akan terlayani program ini. Diharapkan data yang disediakan desa akan aktual dan valid serta meningkatkan pelayanan pada masyarakat, ujarnya.
Sebanyak 10 desa yang dijadikan proyek percontohan yakni Desa Brengkok (Kecamatan Brondong), Latuan (Karanggeneng), dan Balon (Turi), Desa Dinoyo (Deket), Priyoso (Karangbinangun), Cangkring (Bluluk), Pule (Modo), Banyubang (Solokuro), Sukolilo (Sukodadi) dan Desa Sumengko (Kedungpring). Sebelumnya ada studi banding ke Desa Ngunut Kecamatan Babatan Kabupaten Ponorogo.
Pengelolaan Administrasi Desa Elektronok dikonsentrasikan untuk penataan adminitrasi ke pendudukan, pelayanan masyarakat dan pertanahan. Program itu juga bisa untuk mendukung data Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), profil desa yang berisi seluruh potensi unggulan desa serta data pertanahan.
"Kami berharap nantinya, pelaksanaan seluruh pendataan di desa yang selama ini masih manual dengan data yang kurang akurat akan bisa lebih baik," tutur Nalikan. | sumber: kompas
http://atjehpost.com/read/2012/10/08/23502/61/14/10-Desa-di-Lamongan-Jadi-Percontohan-Desa-Elektronik- 

peranan iptek

Peranan IPTEK dalam pengelolaan lingkungan hidup
Pengertian lingkungan hidup dan teknologi
Pengertian lingkungan hidup
          Sebelum mengetahui peranan IPTEK  dan manfaatnya bagi lingkungan hidup , kita harus mengetahui terlebih dahulu definisi dari lingkungan hidup. Berikut adalah beberapa definisi yang berkaitan erat dengan lingkungan hidup, diantaranya :
1.      Daerah dimana suatu mahluk berada
2.      Keadaan atau suatu kondisi yang melingkupi suatu mahluk hidup
3.      Keseluruhan keadaan yang meliputi suatu mahluk hidup atau sekumpulan mahluk hidup
Namun dari kesimpulan diatas lingkungan hidup dapat juga diartikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya.

Memperkenalkan IPTEK sejak dini
            Berkaitan dengan lingkungan hidup sebagai bagian dari kehidupan manusia maka lingkungan hidup tidak luput dari pengaruh perkembangan Ilmu Pengetahuan  dan Teknologi ( IPTEK ). IPTEK sangat berguna bagi kehidupan manusia dan lingkungan sekitar. Mengapa dikatakan demikian? Karena dengan bantuan IPTEK, kita bisa memecahkan permasalahan yang terjadi di lingkungan hidup. Namun pemanfaatan IPTEK juga tidak mudah dilakukan, untuk itu perlu memperkenalkan IPTEK dari sejak dini. IPTEK merupakan kekuatan utama peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan dan peradaban suatu bangsa.
            Salah satu tujuan utama dari penggunaan teknologi dalam lingkungan hidup adalah untuk mempermudah pengelolaan dan pemanfaatan dari lingkungan hidup.  Kita ambil contoh pada kasus kebakaran hutan, salah satu teknologi yang digunakan untuk memadamkan api adalah penggunaan pesawat terbang untuk memadamkan api. Dan IPTEK sendiri memiliki peranan penting.
 
Teknologi Lingkungan
            Teknologi lingkungan berarti sama juga dengan teknologi yang ramah akan lingkungan sekitar. Teknologi sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “ techne “ yang berarti keterampilan atau seni. Sedangkan pengertian teknologi secara keseluruhan yaitu penerapan ilmu pengetahuan untuk tujuan-tujuan praktis ; cabang ilmu pengetahuan mengenai penerapan sesuatu ; kumpulan semua cara dari suatu kelompok social dalam memenuhi obyek-obyek material dari kebudayaannya.
            Pengelolaan lingkungan memerlukan penerapan teknologi. Karena melalui penerapan teknologi, lingkungan akan berubah menjadi sumber daya yang dapat memberikan keuntungan social, ekonomi, dan budaya. Secara social dapat meningkatkan kualitas SDM. Sedangkan secara budaya akan meningkatkan pola hidup bersih, sehat, dan bermatabat tata lingkungannya.
Jenis IPTEK di lihat dari Bidangnya
          Beberapa jenis ilmu pengetahuan dan teknologi ( IPTEK ) bila dilihat dari bidangnya akan terdiri dari :
-          IPTEK Bidang Energi
-          IPTEK Bidang Sumber Daya Alam
-          IPTEK Bidang Industri
-          IPTEK Bidang Pertanian
-          IPTEK Bidang Kesehatan
Peranan IPTEK terhadap lingkungan hidup yaitu :
>> mengatasi permasalahan kerusakan lingkungan
>> member kemudahan manusia dalam mengerjakan permasalahan yang terjadi
>> menentukan jenis IPTEK yang sesuai dalam mengatasi kasus-kasus lingkungan hidup
Salah satu contoh kasus lingkungan hidup adalah Illegal Longging yaitu kegiatan penebangan luar tanpa seijin pemerintah atau pengawas kehutanan. Illegal Longging merupakan contoh kasus penebangan liar yang permasalahannya sangat berat di Indonesia, bagaimana tidak? Permasalahan ini memang tidak ada henti-hentinya diselesaikan pemerintah. Karena banyaknya orang yang ingin merusak lingkungannya sendiri demi keserakahan sendiri. Dan dampak yang ditimbulkan pun besar, seperti banjir bandang, longsor, kekurangan O2, dan kehidupan mahluk hidup terbatas.
Ada dua aspek penting IPTEK yang dapat berperan dalam masalah illegal Longging yaitu :
1.      Aspek preventif ( Pencegahan )
Aspek preventif ini dapat dilakukan pemetaan dengan satelit
2.      Aspek kuratif ( Rehabilitasi ) dengan bioteknolgi yaitu membiakkan benih-benih kayu khusus atau yang masih diperlukan sampai dengan 15 tahunan. Hal ini memerlukan waktu penelitian sekitar 4 tahun untuk temuan bibit baru

 
 
 

Selasa, 23 Oktober 2012

Tulisan 2 pengantar lingkungan (Filosofi Katana)


Filosofi Katana / Samurai




Katana adalah sebuah senjata  para kesatria dan pendekar pedang dari Jepang. Katana merupakan sebuah senjata paling canggih yang pernah ada di dunia ini, dengan bentuk yang sangat indah katana telah menjadi sebuah mesin perthanan dan penyerangan terbaik di dunia. Dengan segala filosofi yang dimiliki olehnya setiap pendekar yang memegangnya selalu bisa merasakan kekuatan yang sangat besar. Dengan segala charisma yang dimilikinya katana selalu bisa hidup sampai berabad-abad. Katana merupakan senjata yang akan selalu hidup diberbagai jaman dan keadaan apapun.

Jika seseorang mampu memadukan hati, jiwa dan pikirannya dengan katana yang dipegangnya, siapapun dan senjata apapun tak akan sanggup mengalahkannya. Setiap bagian dari sebuah katana memiliki kekuatan dan jiwa yang tak akan bisa di pisahkan. Sehebat apapun seorang pendekar pedang akan teknik, kecepatan dan kekuatan tak akan ada artinya jika tidak bisa menyatukan hati, jiwa dan pikirannya dengan katananya, maka dia akan gampang sekali di kalahkan oleh seorang pemula yang mampu menyatukan ke-3 unsur dengan katananya.

Sudah banyak sekali teknologi yang bisa menciptakan senjata sekarang ini, mulai dari pistol dan bahkan sekarang katanapun di ciptakan oleh mesin. Katana paling hebat yang ada di dunia ini adalah katana yang dibuat oleh seorang blacksmith ahli pedang yang menyatukan jiwa raganya ke dalam katana buatannya. Katana tersebut hanya bisa digunakan oleh orang yang emang benar-benar pantas menggunakannya. Jika emang benar-benar seseorang yang menggunakan katana dengan hati, jiwa dan pikirannya sudah sama dengan katananya, maka pelurupun akan mampu ditangkisnya dan mungkin mampu mebelah peluru.


Tulisan 1 Pengantar Lingkungan (Biografi Sir Alex Ferguson)


Biografi Sir Alex Ferguson

Sir Alexander Chapman "Alex" Ferguson CBE (lahir 31 Desember 1941 di Govan, Glasgow) adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Skotlandia, yang saat ini sedang menangani Manchester United F.C., di mana dia telah bertugas dalam lebih dari 1000 pertandingan. Dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik dalam permainan, dia telah memenangkan lebih banyak trofi daripada pelatih manapun sepanjang sejarah sepak bola Inggris. Dia telah mengabdi kepada Manchester United selama 21 tahun, kedua terlama setelah Sir Matt Busby.

Ferguson sebelumnya menangani East Stirlingshire dan St. Mirren, sebelum meraih masa-masa kesuksesan bersama Aberdeen. Menjadi pelatih Skotlandia dalam waktu singkat – untuk mengisi posisi Jock Stein yang meninggal dunia – dia ditunjuk menjadi pelatih Manchester United pada November 1986.

Di Manchester United, Sir Alex menjadi pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris, dengan memimpin tim memenangkan 10 gelar juara liga. Pada 1999, dia menjadi pelatih pertama yang membawa tim Inggris meraih trebel dari Liga Utama, Piala FA and Liga Champions UEFA. Juga menjadi satu-satunya pelatih yang memenangkan piala FA sebanyak 5 kali, dia juga menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil memenangkan gelar liga sebanyak 3 kali berturut-turut bersama tim yang sama (1998-1999, 1999-2000 and 2000-2001). Pada 2008, dia bergabung bersama Brian Clough (Nottingham Forest) dan Bob Paisley (Liverpool) sebagai pelatih Britania yang memenangkan kejuaraan Eropa sebanyak lebih dari satu kali.

Informasi pribadi
Nama lengkap : Alexander Chapman Ferguson
Tanggal lahir : 31 Desember 1941 (umur 67)
Tempat lahir : Glasgow, Skotlandia
Posisi bermain : Striker (telah pensiun)
Klub saat ini : Manchester United (pelatih)

Klub senior (saat masih bermain)
Tahun Klub Tampil (Gol)
1957–1960 Queen's Park 32 11
1960–1964 St. Johnstone 37 19 
1964–1967 Dunfermline Athletic 88 66
1967–1969 Rangers 41 25
1969–1973 Falkirk 106 37
1973–1974 Ayr United 24 9
total 327 167


Kepelatihan
1974 : East Stirlingshire 
1974–1978 : St. Mirren
1978–1986 : Aberdeen
1985–1986 : Skotlandia
1986–? : Manchester United

Tugas 2 Pengantar Lingkungan (Ekologi dan lingkungan hidup)

EKOLOGI DAN LINGKUNGAN HIDUP

Istilah ekologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu oikos dan logos. Istilah ini mula-mula diperkenalkan oleh Ernst Haeckel pada tahun 1869. Tetapi jauh sebelurmya, studi dalam bidang-bidang yang sekarang termasuk dalam ruang lingkup ekologi telah dilakukan oleh para pakar.
Lingkup Ekologi
Ekologi merupakan cabang biologi, dan merupakan bagian dasar dari biologi. Ruang lingkup ekologi meliputi populasi, komunitas, ekosistein, hingga biosfer. Studi-studi ekologi dikelompokkan ke dalam autekologi dan sinekologi.
Ekologi berkembang seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan ekologi tak lepas dari perkembangan ilmu yang lain. Misalnya, berkembangnya ilmu komputer sangat membantu perkembangan ekologi. Penggunaan model-model matematika dalam ekologi misalnya, tidak lepas dari perkembangan matematika dan ilmu kornputer.
Maraknya bencana lingkungan hidup  selama ini tak dapat dipisahkan dari ketiadaan strategi Pemerintah dalam pengelolaan pembangunan berkelanjutan. Fakta ini mengakibatkan bencana lingkungan yang kian parah.
Tidak adanya upaya pemerintah untuk memecah kebuntuan akibat mandeknya penanganan kasus-kasus lingkungan, seperti kasus pencemaran Teluk Buyat, Kasus Import Limbah B-3, kasus PT FI di Papua, kasus pencemaran sumber air minum di hampir semua Sungai sumber mata air di Jawa, kasus perusakan dan kebakaran hutan sampai pada kasus Sampah di beberapa kota Metropolitan semakin nyata terbukti.
Fakta bencana lingkungan, terlihat dari besarnya peluang krisis energi, buruknya pengelolaan tata ruang, terjadinya bencana alam, rusaknya hutan indonesia serta sekelumit masalah peracunan lingkungan lainnya yang tidak pernah terselesaikan.
Krisis energi saat ini telah mengancam masyarakat yang lemah secara ekonomi, untuk mendapatkan akses energi yang layak, hal ini terbukti dengan semakin mahalnya harga Bahan Bakar Minyak ( BBM ) dan listrik akhir-akhir ini. Kebijaksanaan penggunaan Batubara yang dicanangkan pemerintah pada akhir-akhir ini nyata juga tidak didasari oleh hasil kajian kondisi sosial masyarakat dan ekologi, justru melahirkan kebingungan dan potensi pencemaran dan perusakan lingkungan dimasa mendatang.    Fakta lain, soal deforestasi hutan yang tidak kunjung dapat teratasi, mengisyaratkan gagalnya penanganan pemerintah terhadap aktivitas yang merusak hutan baik illegal logging maupun konversi hutan dan lahan.
Terbitnya kebijakan pro lingkungan selama ini  nyatanya harus berbenturan dengan kebijakan yang justru memfasilitasi proses ekploitasi lingkungan. Sebut saja, kebijakan pemberantasan Illegal Logging ternyata dibenturkan dengan kebijaksanaan perijinan tambang di hutan lindung, serta kebijaksanaan pengembangan wilayah perbatasan.
Salah satu permasalahan kebijaksanaan yang belum dikedepankan oleh pemerintah selama ini adalah bahwa dalam penyusunan kebijaksanaan pengelolaan lingkungan, Pemerintah tidak memiliki dan menerapkan asas-asas umum kebijakan lingkungan ( General Principles of Environmental Policy ) yang secara umum telah dipergunakan di negara-negara yang memiliki komitmen tinggi dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan.
Asas – Pengolaan Lingkungan
Beberapa asas umum kebijaksanaan pengelolaan lingkungan tersebut antara lain adalah
(1) asas penanggulangan pada sumbernya (abattement at the source),
(2) asas penerapan sarana praktis yang terbaik, atau sarana teknis yang terbaik,
(3) prinsip pencemar membayar ( polluter pays principle ),
(4) prinsip cegat tangkal ( stand still principle ) dan
(5) prinsip perbedaan regional.
Artinya, kebijaksanaan pemerintah dalam penanganan permasalahan lingkungan saat ini masih dipandang secara parsial dan tidak didasari hasil kajian yang komprehensif. Dua masalah penting yang mengakibatkan bencana lingkungan terbesar adalah masalah dinamika dan tekanan kependudukan, yang berimplikasi pada semakin beratnya tekanan atau beban lingkungan. Kondisi ini diperparah dengan kebijaksanaan pembangunan yang bias kota yang kemudian mengakibatkan terjadinya perusakan tata ruang, pencemaran lingkungan akibat industri,  penyempitan lahan pertanian serta koversi hutan yang tak terkendali.
Tekanan atau beban lingkungan yang cukup besar tersebut sangat berkaitan dengan perencanaan tata ruang yang konsisten berbasis pada daya dukung lingkungan, pertumbuhan industri yang tidak ramah lingkungan sehingga mengakibatkan pencemaran, kekumuhan lingkungan yang diakibatkan oleh pemusatan jumlah penduduk melebihi daya dukung lingkungan, dan tekanan terhadap hutan dari aktivitas illegal logging dan konversi lahan dan hutan untuk pertambangan, perkebunan, dan industri.
Dalam rangka hari lingkungan hidup, 5 Juni 2006, Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) menuntut adanya perbaikan  pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam dengan pendekatan yang lebih komprehensif dengan mendasarkan pada penerapan asas-asas umum kebijaksanaan lingkungan yakni (1) asas penanggulangan pada sumbernya (abattement at the source) antara lain dengan mengembangkan kebijakan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dan tingkat sumber sampah lainnya, kebijakan sistem pengawasan industri, kebijakan konservasi dan penyeimbangan supply – demand dalam pengelolaan hutan, mencabut kebijakan perijinan tambang dikawasan hutan, mencabut kebijaksanaan alih fungsi hutan untuk perkebunan di kawasan perbatasan  serta kebijaksanaan pengembangan industri berbasis pertanian ekologis 2) asas penerapan sarana praktis yang terbaik, atau sarana teknis yang terbaik, antara lain melalui pengembangan kebijaksanaan industri bersih, kebijaksanan insentif bagi pengadaan alat pengelolah limbah, kebijaksanaan pengelolaan lingkungan industri kecil (3)prinsip pencemar membayar (polluter pays principle) melalui pengembangan kebijaksanaan  pemberian insen tif pajak pemasukan alat pengelolah limbah bagi industri yang taat lingkungan,insentif lain bagi pengembangan industri yang melakukan daur ulang (reused, recycling) (4) prinsip cegat tangkal (stand still principle) dengan melakukan pengembangan sistem pengawasan import B-3, kebijaksanaan pengelolaan hutan dan DAS berbasis masyarakat dan (5) prinsip perbedaan regional dengan mengembangkan kebijaksanaan insentif berupa subsidi dari wilayah pemanfaat (hilir) kepada wilayah pengelolah (hulu), secara konsisten, partisipatif dan berbasis pada keadilan lingkungan (eco justice)!
Permasalahan Keterbatasan SDA Dalam Pembangunan
Biolog lingkungan atau yang biasa dikenal dengan ekologi adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang mempunyai hubungan erat dengan lingkungan. Ekologi berasal dari kata oikos yang berarti rumah tangga dan logos yang mempunyai arti ilmu pengetahuan. Jadi, ekologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan keadaan lingkungannya yang bersifat dinamis. Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya sangat terbatas terhadap lingkungan yang bersangkutan, hubungan inilah yang disebut dengan keterbatasan ekologi. Dalam keterbatasan ekologi terjadi degradasi ekosistem yang disebabkan oleh dua hal yaitu peristiwa alami dan kegiatan manusia. Secara alami merupakan peristiwa yang terjadi bukan karena disebabkan oleh perilaku manusia. Sedangkan yang disebabkan oleh kegitan manusia yaitu degradasi ekosistem yang dapat terjadi diberbagai bidang meliputi bidang pertanian, pertambangan, kehutanan, konstruksi jalan raya, pengembangan sumber daya air dan adanya urbanisasi.
Indonesia mempunyai hutan tropis dunia sebesar 10 persen. Sekitar 12% keadaan hutan di Indonesia yang merupakan bagian dari jumlah binatang yang tergolong jenis mamalia, 16% persen merupakan bagian dari spesies amphibi dan binatang sejenis reptil dan 25% dari bagian spesies sejenis burung dan sekitar 1.519 merupakan bagian dari spesies burung. Sisanya merupakan endemik yang hanya dapat ditemui didaerah tersebut.
Penyusutan luas hutan alam yang merupakan asli Indonesia mengalami kecepatan menurunan yang cukup memprihatinkan. Menurut World Resource Institute (1997), hingga saat ini hutan asli Indonesia. Selama periode 1985-1997 kerusakan hutan mencapai 1,6 juta hektar per tahun. Pada periode 1997-2000 bertambah menjadi 3,8 juta hektar per tahun. Berdasarkan pada hasil penelitian citra landsat pada tahun 2000 terdapat 101,73 juta hektar hutan dan lahan mengalami kerusakan yang cukup serius. Diantaranya, hutan seluas 59,62 juta hektar berada dalam kawasan hutan [Badan Planologi Dephut,2003]. Menurut data yang diperoleh dari Bakornas Penanggulangan Bencana pada tahun 2003, bencana yang terjadi selama tahun 1998 hingga pertengahan 2003 data yang didapat menunjukan telah terjadi 647 bencana dengan 2022 korban jiwa dan mengalami kerugian milyaran rupiah dengan 85% merupakan bencana banjir dan longsor.
Peran Teknologi Dalam Pengelolaan SDA
Hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan IPTEK untuk menekan dampaknya seminimal mungkin, antara lain :
1). Menjaga keserasian dan keseimbangan dengan lingkungan setempat.
2). Teknilogi yang akan diterapkan hendaknya betul-betul dapat mencegah timbulnya permasalahan di tempat itu.
3). Memanfaatkan seoptimal mungkin segala sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada.
2. Dampaknya dalam :
a. Penyediaan Pangan
Perkembangan IPTEK dalam bidang pangan dimungkinkan karena adanya pendidikan, penelitian dan pengembangan di bidang pertanian terutama dalam peningkatan produktivitas melalui penerapan varitas unggul, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, pola tanaman dan pengairan. Namun di sisi lain perkembangan tersebut berdampak fatal, misalkan saja penggunaan pestisida dalam pemberantasan hama ternyata dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh manusia.
b. Penyediaan Sandang
 ·Pada awalnya bahan sandang dihasilkan dari serat alam seperti kapas, sutra, woll dan lain-lain
 ·Perkembangan teknologi matrial polimer menghasilkan berbagai serat sintetis sebagai bahan sandang seperti rayon, polyester, nilon, dakron, tetoron dan sebagainya
 ·Kulit sintetik juga dapat dibuat dari polimer termoplastik sebagai bahan sepatu, tas dan lain-lain
 ·Teknologi pewarnaan juga berkembang seperti penggunaan zat azo dan sebagainya.
c. Penyediaan Papan
 ·Teknologi papan bersangkut paut dengan penyediaan lahan dan bidang perencanaan seperti city planning, kota satelit, kawasan pemukiman dan sebagainya yang berkaitan dengan perkembangan penduduk
 ·Awalnya bahan pokok untuk papan adalah kayu selanjutnya dikembangkan teknologi matrial untuk mengatasi kekurangan kayu
 ·Untuk mengatasi kekurangan akan lahan dikembangkan teknologi gedung bertingkat, pembentukan pulau-pulau baru, bahkan tidak menutup kemungkinan pemukiman ruang angkasa.
d. Peningkatan Kesehatan
 ·Perkembangan Imu Kedeokteran seperti : ilmu badah dan lain-lain
 ·Penemuan alat-alat kedokteran seperti : stetoskup, USG, dan lain-lain
 ·Penemuan obat-obatan seperti anti biotik, vaksin dan lain-lain
 ·Penemuan radio aktif untuk mendeteksi penyakit secara tepat seperti tumor dan lain-lain
 ·Penelitian tentang kuman-kuman penyakit dan lain-lain.
e. Penyediaan Energi
 ·Kebutuhan akan energi
 ·Sumber-sumber energi
 ·Sumber energi konvensional tak dapat diperbaharui
 ·Sumber energi pengganti yang tak habis pakai
 ·Konversi energi dari satu bentuk kebentuk yang lain.